Tutup Magang di P4S Bondjor, Zaenal Arifin : Kita Butuh Petani Muda yang Punya Jiwa Entrepreneur

Oleh : Galih Gentar Wardana

Sebuah langkah besar diambil untuk masa depan pertanian di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pada hari Jumat (19/12/2025) kemarin, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Arifin, secara resmi menutup pelatihan magang pemuda tani di P4S Bondjor dengan pesan kuat : bertani bukan lagi soal kerja kasar di sawah, melainkan tentang strategi bisnis yang cerdas.

Zaenal Arifin mengapresiasi tingginya minat belajar para pemuda yang ikut serta dalam program ini. Menurutnya, karakter dan kemauan belajar adalah modal utama yang jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan alat.

Visi Besar : Menguasai Rantai Bisnis dari Awal

Kepada wartawa media Nurani Rakyat, Zaenal Arifin memaparkan visinya agar para pemuda tani tidak lagi terjebak dalam pola pikir tradisional.

“Harapan kita, mereka mampu menggerakkan wilayah desa masing-masing. Jangan hanya bicara soal hulu atau cara menanam saja, tapi hilirnya juga harus dikuasai. Kita butuh mereka menumbuhkan jiwa entrepreneur agar sektor ini benar-benar menjanjikan secara ekonomi,” tegasnya.

Komitmen Pasca-Magang : Dari Data ke Bantuan Nyata

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian memastikan bahwa kelulusan para peserta magang ini hanyalah awal dari kerja sama panjang. Zaenal Arifin menjanjikan beberapa poin dukungan strategis:

Inventarisasi Peserta : Dinas akan mendata secara detail para alumni dari setiap desa untuk memudahkan pemantauan perkembangan usaha mereka.

Prioritas Program Pusat : Alumni magang P4S Bondjor akan ditempatkan di garis terdepan saat ada program bantuan dari pemerintah pusat.

Support Sarana : Bantuan berupa benih, bibit, hingga dukungan lahan bagi yang serius akan menjadi prioritas bagi mereka yang telah memiliki sertifikat magang ini.

Kemandirian P4S sebagai Kunci

Meski saat ini masih didukung oleh anggaran DAK Pusat, Zaenal Arifin menekankan pentingnya peran P4S Bondjor sebagai lembaga swadaya yang mandiri. Ia berharap P4S tetap menjadi cikal bakal tempat belajar bagi pemuda desa lainnya, bahkan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan biaya pemerintah di masa mendatang.

“Ini adalah investasi masa depan. Insyaallah, para pemuda ini akan menjadi perhatian khusus kami dalam setiap program pengembangan pertanian ke depan,” pungkasnya optimis.(*)

Baca Juga

Silaturahmi Dengan MAS, Gubernur Iqbal Ingatkan Filosofi Sasak

NURANI RAKYAT. Mataram – Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *