Wujudkan Jihad Profesi ! RSUD Praya Utus Tenaga Spesialis dan Psikolog Klinis untuk Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh

Komitmen kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh tenaga kesehatan Indonesia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) secara resmi memberangkatkan tim medis ke-6 untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah Aceh, Sumatra, sebagai respons atas kebutuhan medis pasca-bencana yang masih tinggi di daerah tersebut.

Dalam misi kemanusiaan kali ini, dua tenaga kesehatan dari RSUD Praya mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian penting dari tim, yakni dr. Yuda Permana, SpDVE, FINSDV dan Suardiningrat, S.Psi, M.Psi Keduanya diutus untuk memberikan kontribusi langsung, baik dari sisi layanan medis maupun pemulihan kesehatan mental masyarakat terdampak.

Utusan RSUD Praya dengan Peran Strategis

dr. Yuda Permana, dokter spesialis kulit dan kelamin, dipercaya mengemban peran strategis sebagai clinical leader. Ia bertanggung jawab mengoordinasikan tindakan medis, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta menjaga kualitas klinis seluruh tim di lapangan.

Sementara itu, Suardiningrat, seorang Psikolog Klinis, fokus pada penanganan aspek kesehatan mental penyintas. Kehadirannya menjadi bagian penting dari pendekatan layanan kesehatan yang komprehensif, mengingat dampak psikologis pasca-bencana kerap berlangsung lebih lama dibanding luka fisik.

Perjalanan dan Persiapan Misi

Tim medis MER-C diberangkatkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Medan untuk melakukan koordinasi awal dengan markas MER-C wilayah Sumatra. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh Tamiang untuk bergabung dengan Incident Commander (IC) di lokasi misi.

Menjelang keberangkatan, dr. Yuda Permana, menegaskan pentingnya kesiapan relawan, tidak hanya secara keilmuan, tetapi juga fisik dan mental.

“Tentu persiapan fisik dan mental sebagai seorang relawan harus benar-benar siap. Kami juga membawa perlengkapan medis lengkap, mulai dari alat gawat darurat, obat-obatan, hingga kebutuhan penunjang pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Layanan Kesehatan Terpadu

Selama bertugas di Aceh, tim akan memberikan layanan kesehatan lintas disiplin, meliputi:

• Pelayanan gawat darurat bagi pasien dengan kondisi kritis

• Pelayanan penyakit umum untuk masyarakat terdampak

• Kesehatan ibu dan anak, dengan dukungan tenaga kebidanan

• Pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan trauma warga

Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan medis secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.

“Jihad Profesi” Tenaga Medis

Bagi dr. Yuda keterlibatan dalam misi ini bukan sekadar tugas profesional, melainkan panggilan nurani. dr. Yuda menyebut keterlibatan tenaga kesehatan dalam misi kemanusiaan sebagai bagian dari “jihad profesi”.

“Kami berharap seluruh tim tetap sehat dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para korban. Semoga misi kemanusiaan ini terus berlanjut dan diikuti oleh relawan-relawan yang memiliki kepedulian. Ini adalah bagian dari jihad profesi kami sebagai tenaga medis dan tenaga kesehatan,” ungkap dr. Yuda.

Komitmen Kemanusiaan RSUD Praya

Keikutsertaan dr. Yuda dan Suardiningrat, menjadi bukti nyata komitmen RSUD Praya dalam mendukung misi kemanusiaan nasional. Tidak hanya berperan di lingkungan rumah sakit, tenaga kesehatan RSUD Praya juga hadir langsung di wilayah krisis, membawa harapan, pemulihan, dan solidaritas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Misi ini menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan melampaui batas institusi menjadi bagian dari kerja kemanusiaan yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan paling mendasar.(*)

Baca Juga

Silaturahmi Dengan MAS, Gubernur Iqbal Ingatkan Filosofi Sasak

NURANI RAKYAT. Mataram – Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *