Muncul Sertifikat Atas Nama Orang Lain, Lahan 1,2 Ha Milik Sukirman di Are Guling Disoal

NURANI RAKYAT. Lombok Tengah – Sengketa lahan kembali mencuat di kawasan wisata Are Guling, Lombok Tengah. Kali ini menimpa Sukirman yang mengklaim memiliki bidang tanah seluas 1,2 hektare. Kejanggalan muncul setelah Badan Pertanahan tiba-tiba menerbitkan sertifikat baru dengan nama Herman Iskandar.

Dari informasi yang dihimpun media, kronologi bermula dari jual beli tahun 1996. Sukirman menyebut pelunasan kepada pemilik awal bernama Saham baru rampung pada 2000. Sertifikat induk baru bisa ditebus pada 2010 dan masih tercatat atas nama Saham. Karena Saham merantau dan kesibukan masing-masing, proses balik nama baru diurus tahun lalu.

“Kami kaget saat ke kantor BPN. Data di sistem sudah berganti. Ada sertifikat terbit atas nama orang lain dengan alasan akta notaris. Padahal Pak Saham tidak pernah menjual ke pihak tersebut,” ujar Sukirman, Jumat (10/7/2026).

Upaya menelusuri akta di kantor notaris tidak membuahkan hasil. Tidak ditemukan dokumen transaksi antara Saham dan Herman Iskandar.

Padahal sebelumnya, Pengadilan Negeri Praya sudah mengeluarkan putusan yang menguatkan posisi Sukirman. Majelis hakim menilai bukti kuitansi pembayaran dan keterangan saksi cukup untuk menyatakan Sukirman sebagai pembeli yang sah.

Merasa dirugikan, Sukirman kini meminta aparat dan BPN menelusuri proses penerbitan sertifikat ganda itu. Ia khawatir putusan pengadilan diabaikan dan tanah di zona wisata yang nilainya terus naik justru jadi ajang perebutan.

“Kami sudah pasang patok dan tidak melakukan tindakan di luar hukum. Tinggal pihak terkait yang harus memberi penjelasan soal kejanggalan administrasi ini. Jangan sampai hak warga dirampas lewat celah dokumen,” tegasnya.(*)

Baca Juga

Apes ! Dua Orang Pelaku Curas Motor Asal Praya Dibekuk Polisi

NURANI RAKYAT. LOMBOK TENGAH – Sat Reskrim Polres Lombok Tengah bersama Polsek Praya berhasil mengungkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *