NURANI RAKYAT. LOMBOK TENGAH — Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu lokasi yang menjadi pusat perhatian adalah Majelis II yang bertempat di area Masjid Agung Lombok Tengah. Pada Sabtu, 13 Juni 2026, antusiasme warga dan pengunjung tidak hanya memadati arena lomba, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang kaki lima.
Dedi, salah seorang pelaku UMKM yang sehari-harinya berjualan keliling, mengaku sangat terbantu dengan adanya event keagamaan terbesar di NTB ini. Pria yang akrab disapa Pak Dedi ini menjajakan kuliner unik berupa “Stik Tempe” di sekitar area Majelis II Masjid Agung.
Ia menuturkan bahwa informasi mengenai kesempatan berjualan di event MTQ ini diperolehnya langsung melalui pengumuman resmi di media sosial Facebook Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Dampaknya sangat terasa bagi kami. Biasanya saya harus keliling dari sekolah ke sekolah, tapi dengan adanya event ini kami bisa stay (menetap) di satu stan. Ini jelas menghemat biaya operasional dan tenaga, dan alhamdulillah langsung jadi uang,” ujar Dedi saat ditemui di sela-sela aktivitas berdagangnya, Sabtu (13/6/2026).
Dedi sudah mulai bersiap dan membuka stannya sejak pagi hari, sekitar pukul 07.00 WITA, berbarengan dengan dibukanya gerbang area kegiatan. Selama event MTQ ini berlangsung, ia mengaku mampu mengantongi omzet hingga Rp850.000 per hari.
Meski angka tersebut terbilang besar, Dedi menyebutkan bahwa pendapatan ini sebenarnya sedikit terdampak oleh periode libur sekolah. Pada hari aktif sekolah di mana seluruh jenjang kelas masih penuh, omzet penjualannya bahkan bisa mencapai Rp850.000 hingga Rp900.000 per hari.
Namun, karena saat ini siswa kelas 3 SMA dan kelas 6 SD sudah menyelesaikan ujian dan mulai libur, omzetnya saat ini berada di angka maksimal sekitar Rp650.000 pada hari-hari biasa di luar stan khusus.
Kehadiran stan-stan UMKM seperti milik Pak Dedi di Majelis II Masjid Agung Lombok Tengah ini membuktikan bahwa syiar Islam melalui MTQ XXXI NTB tidak hanya sukses secara spiritual, melainkan juga sukses menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal secara nyata. Stan kuliner stik tempe dan UMKM lainnya diproyeksikan akan terus memadati area Masjid Agung hingga seluruh rangkaian perayaan MTQ tahun ini berakhir. ( Galih Gentar Wardana)
Nurani Rakyat Bicara Apa Adanya