NURANI RAKYAT. LOMBOK TENGAH — Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berpusat di Lombok Tengah mulai terasa. Pada hari pertama pelaksanaan lomba, Rabu (10/6/2026), salah satu cabang yang paling dinantikan, yakni Qira’at Al-Qur’an, resmi digelar di Majelis II Masjid Agung Praya, Lombok Tengah.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan dalam melantunkan ayat suci, melainkan membawa misi besar. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan ilmu qira’at Al-Qur’an sebagai salah satu warisan keilmuan Islam yang sangat penting untuk terus dipelajari, dijaga, dan dikembangkan di tengah masyarakat.
Suasana khidmat dan penuh ketegangan positif menyelimuti ruang utama Majelis II sejak pagi hari. Para peserta dari berbagai daerah tampak mempersiapkan diri dengan matang demi memberikan penampilan terbaik di hadapan para dewan hakim.
Persiapan Matang Para Peserta
Di antara deretan peserta yang hadir, tampak Husnia Aulia, salah satu peserta yang menarik perhatian dengan semangatnya yang luar biasa. Baginya, panggung MTQ tingkat provinsi tahun ini menjadi babak baru dalam perjalanan syiar Al-Qur’an yang ia tekuni.
Saat ditemui di lokasi acara, Husnia membagikan kisahnya mengenai persiapan panjang yang telah ia lalui demi memberikan performa maksimal di MTQ XXXI ini.
”Sebelum hari H kami cukup intens melakukan pembinaan rutin. Kami berlatih sekitar 4 bulan sebelum MTQ ini berlangsung,” ujar Husnia dengan penuh antusias.
Ia juga menambahkan bahwa kompetisi kali ini terasa sangat spesial dan memberikan tantangan tersendiri dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
”Sebelumnya juga saya sudah sering mengikuti kegiatan MTQ, tapi baru kali ini saya mengikuti MTQ tingkat provinsi,” imbuhnya.
Pelaksanaan cabang Qira’at Al-Qur’an di hari pertama ini berjalan dengan lancar dan tertib. Masyarakat sekitar serta para pendukung juga tampak memadati area Masjid Agung Praya dengan tetap menjaga kekhidmatan jalannya lomba. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan qari dan qari’ah berkualitas yang akan terus membumikan Al-Qur’an di bumi Sasak dan sekitarnya.(Galih)
Nurani Rakyat Bicara Apa Adanya